Nyadran
adalah serangkaian kegiatan masyarakat
jawa disuatu daerah yang dilakukan satu
tahun sekali sebelum bulan puasa pada
bulan ruwah, sya’ban (kalender jawa). Kegiatan ini dilakukan untuk mendoakan arwah
para leluhur-leluhur desa yang telah meninggal di masa lampau. Nyadran sudah
menjadi budaya dan tradisi masyarakat jawa. Sehari sebelum nyadran dilakukan pembersihan
makam leluhur, dilanjut tabur bunga, dan slamatan.
Serangkaian kegiatan nyadran.
1. Menyelenggarakan
kenduri, dengan pembacaan ayat Al-Quran, zikir, tahlil,
dan doa,
kemudian ditutup dengan makan bersama.
Kegiatan ini
dilakukan sebelum dan saat dilaksanaknya nyadran. Pada malam hari sebelum
nyadran para laki-laki berkumpul di area makam. Membaca surat yasin, tahlil dan
do’a. Besok paginya seluruh masyarakat baik laki-laki, perempuan, tua,
anak-anak berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan ini. Setelah acara selesai
makanan yang sebelumnya dibawa oleh warga dibagikan kembali dan dimakan
bersama-sama atau dibawa pulang
Kegiatan ini dilakukan saat dilaksanakanya nyadran. Atau biasanya juga sebelum acara nyadran kerabat atau keluarga korban ziarah ke makam keluarga atau orang yang mereka kenal dan mendoakanya dahulu.
Manfaat nyadran
Dari kegiatan nyadran ini selain bersilaturahmi dan mempererat rasa kekeluargaan. kita juga sadar akan adanya hari akhir. Rosul juga berpesan dalam haditsnya “Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya” (HR. Bukhori dan Muslim)
Walloohu a’lam.
NB: nyatanya susah buat artikel . mohon maaf seandainya ada salah kata atau isi dalam artikel ini.♧



Tidak ada komentar:
Posting Komentar